Skor diukur terhadap saham lain, bukan terhadap IHSG.
Kami awalnya memakai target “mengalahkan IHSG”. Ternyata peluang saham acak mengalahkan IHSG berayun 44%–58% antar bulan, tergantung nasib segelintir saham raksasa. Dengan membandingkan ke saham lain, pilihan acak selalu bernilai 50, jadi skor 56 punya arti yang tetap setiap hari.
Yang kami tolak: Target IHSG (angkanya menyesatkan) dan target “naik/turun” (di pasar naik semua saham naik).