Arus

Cara Arus bekerja, dan kenapa begitu

Investor ritel kebanjiran data dan tips, tapi jarang tahu seberapa bisa dipercaya. Arus tidak menambah data. Ia menjawab satu pertanyaan, seberapa besar peluangnya, dengan angka yang bisa diperiksa dan berani bilang “tidak tahu”.

Kenapa Arus disebut AI yang jujur?

Belajar, bukan diatur

Banyak screener memakai aturan buatan manusia, misalnya “beli kalau harga di atas rata-rata 50 hari”. Arus tidak. Ia mempelajari sendiri dari data historis kondisi mana yang benar-benar menang, dan belajar ulang setiap hari saat pasar berubah. Hasilnya bahkan membantah kebiasaan umum: di periode ini, mengejar momentum justru kalah.

Yakin seperlunya

Setiap angka keyakinan sudah diuji: kalau Arus bilang 56 dari 100, kejadian serupa di masa uji memang menang sekitar 56 kali. Kalau buktinya tipis, skornya dekat 50 dan Arus bilang “netral”. AI yang baik bukan yang selalu yakin, tapi yang tahu kapan tidak yakin.

Bisa diperiksa

Setiap skor bisa dibongkar menjadi alasannya, setiap uji ditampilkan termasuk periode gagalnya, dan agen menilai dirinya sendiri setiap hari dalam rekam jejak yang tidak bisa diubah. Anda tidak diminta percaya; Anda diajak memeriksa.

Alurnya

  1. 1
    Data dari Sectors
    Harga, volume, dana asing, broker, fundamental, orang dalam
  2. 2
    14 kondisi per saham
    Dikelompokkan jadi 5: dana asing, arah harga, jejak pembelian, sektor, risiko
  3. 3
    Belajar dari ±15 bulan data
    Model mencari kombinasi kondisi yang benar-benar menang
  4. 4
    Diuji seperti nyata
    Hanya boleh belajar dari masa lalu, dinilai pada masa sesudahnya
  5. 5
    Diubah jadi “X dari 100”
    Skor mentah dipetakan ke frekuensi yang benar-benar terjadi
  6. 6
    Web + Telegram
    Skor, alasan, level penting, dan risiko setiap hari

Keputusan yang kami ambil

Setiap pilihan desain, alasannya, dan alternatif yang sengaja kami tolak.

Skor diukur terhadap saham lain, bukan terhadap IHSG.

Kami awalnya memakai target “mengalahkan IHSG”. Ternyata peluang saham acak mengalahkan IHSG berayun 44%–58% antar bulan, tergantung nasib segelintir saham raksasa. Dengan membandingkan ke saham lain, pilihan acak selalu bernilai 50, jadi skor 56 punya arti yang tetap setiap hari.

Yang kami tolak: Target IHSG (angkanya menyesatkan) dan target “naik/turun” (di pasar naik semua saham naik).

Tiga sudut pandang, masing-masing dengan alat yang lolos ujinya sendiri.

Trader harian, swing, dan investor butuh jawaban berbeda. Untuk besok: skor peluang (lebih baik dari acak di 7 dari 10 periode). Untuk beberapa minggu: rentang harga wajar yang terbukti memuat 8 dari 10 hasil. Untuk jangka panjang: kesehatan keuangan dari laporan tahunan. Skor peluang 1 bulan juga dicoba, tapi tidak lolos uji, jadi tidak dipublikasikan.

Yang kami tolak: Satu skor untuk semua gaya trading, atau skor yang tidak lolos uji.

Setiap kondisi dinilai relatif terhadap saham lain di hari yang sama.

Yang penting bukan “asing beli Rp10 miliar”, tapi “asing membeli saham ini lebih agresif dari 90% saham lain hari ini”. Cara ini membuat saham besar dan kecil bisa dibandingkan adil, dan tetap masuk akal saat seluruh pasar naik atau turun.

Yang kami tolak: Angka mentah dan ambang tetap (rusak saat kondisi pasar berubah).

Model sederhana yang bisa dijelaskan, bukan kotak hitam.

Dengan data ±15 bulan, model rumit cenderung menghafal kebetulan. Model sederhana bisa diurai: setiap skor di halaman saham dipecah menjadi alasan-alasannya, sehingga Anda tahu persis kenapa.

Yang kami tolak: Model kompleks dengan angka uji tinggi tapi tidak bisa menjelaskan diri.

Diuji seperti dipakai sungguhan, dengan jeda pengaman.

Model hanya boleh belajar dari masa lalu lalu dinilai pada periode sesudahnya, maju terus seperti waktu nyata. Ada jeda di antaranya supaya jawaban masa depan tidak bocor ke pelatihan. Banyak sistem terlihat hebat justru karena kebocoran ini.

Yang kami tolak: Mengacak data latih dan uji (masa depan bocor, hasil terlihat terlalu bagus).

Data bandar, fundamental, dan orang dalam ditampilkan, tapi tidak masuk skor.

Data ini hanya tersedia untuk kondisi hari ini, bukan untuk setiap hari di masa lalu. Memasukkannya ke uji berarti memakai informasi yang dulu belum ada. Kami memilih jujur daripada terlihat lebih pintar.

Yang kami tolak: Mencampur semua data ke satu skor supaya terlihat lebih meyakinkan.

Semua saham dengan transaksi median minimal Rp1 miliar/hari: 120 saham data lengkap + ratusan saham data dasar.

Saham yang sangat sepi bisa digerakkan satu pihak dan merusak pola untuk semua saham, jadi batas Rp1 miliar adalah batas bawah. 120 saham utama punya histori harga, broker harian, dan berita dari Sectors; laporan keuangan dan valuasi dari Sectors tersedia untuk hampir semua saham. Harga, volume, dan dana asing saham lain memakai ringkasan perdagangan resmi BEI, gratis setiap hari. Preferensi lain seperti syariah, harga, sektor, dan ukuran adalah filter pilihan Anda.

Yang kami tolak: Seluruh 900+ emiten (didominasi saham sepi).

Data Sectors yang dipakai

  • /v2/daily/{symbol}Harga & volume harian ±1 tahun
  • /v2/foreign-flow/{symbol} · /v2/foreign-flow/Dana asing per saham, seluruh pasar, dan pembaruan harian
  • /v2/index-daily/ihsgIHSG untuk kekuatan relatif & kondisi pasar
  • /v2/companies200 emiten × 12 data fundamental; keanggotaan JII70 (syariah)
  • /v2/broker-summary/{symbol}/top · /v2/brokersJejak bandar: institusi/ritel, asing/lokal
  • /v2/filings · /v2/suspensions · /v2/corporate-actionsOrang dalam, suspensi, aksi korporasi

Hemat kuota data

Setiap jawaban dari Sectors disimpan permanen, jadi tidak ada data yang dibayar dua kali. Riwayat ±15 bulan cukup 5 panggilan per saham, data fundamental 200 emiten cukup 2 panggilan, laporan keuangan 5 tahun seluruh emiten cukup 2 panggilan, dan pembaruan harian memakai data seluruh pasar sekaligus.

Kredit terpakai
1.576
Panggilan API
1.541